Home > Auditing > Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit

Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit

Penerimaan-Perikatan-dan-Perencanaan-Audit

Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit – Sebelum audit atas laporan keuangan dilaksanakan, auditor  perlu mempertimbangkan apakah ia akan menerima atau menolak perikatan audit dari calon kliennya. Jika auditor memutuskan untuk menerima perikatan audit dari calon kliennya ia akan melaksanakan audit dalam beberapa tahap.

Apa saja Tahap-tahap audit atas laporan keuangan?

Jawaban : 

Perencanaan audit atas laporan keuangan dibagi menjadi empat tahap, yaitu:

  1. Tahap Penerimaan Perikatan
  2. Tahap Perencanaan Audit
  3. Tahap Pelaksanaan Pengujian Audit
  4. Tahap Pelaporan Audit

Apa yang dimaksud Tahap Penerimaan Perikatan dalam audit?

Jawaban:

Perikatan adalah kesepakatan antara auditor dan auditee untuk mengadakan sebuah perjanjian. Dalam perikatan ini, auditee menyerahkan pekerjaan audit atas laporan keungan kepada auditor yang kemudian auditor menyenggupi untuk melakukan pekerjaan tersebut berdasar kompetensi profesionalnya. Sebelum menerima pekerjaan tersebut, sebelumnya auditor berhak untuk menerima atau menolak pekerjaan tersebut.

Apa yang dimaksud dengan tahap Perencanaan audit?

Jawaban:

Setelah auditor menerima perikatan dari auditeenya maka tahap selanjutnya adalah perecanaan audit. Tahap ini merupakan kunci untuk menentukan keberhasilan perencanaan audit. Karena dengan dengan adanya perencanaan yang baik maka proses audit juga dapat berjalan dengan baik pula. Tahap perencanaan yang paling penting adalah tahap perencanaan laporan keunagan.

Apa yang dimaksud dengan tahap Pelaksanaan Pengujian Audit?

Jawaban:

Tahap pelaksanaan pengujian audit biasanya disebut dengan tahap pengujian lapangan, dimana pada tahap ini harus mengacu pada tiga standar auditing yang termasuk ke dalam kelompok standar pekerjaan lapangan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk memeroleh bukti audit tentang efektivitas pengendalian intern auditee dan kewajaran laporan keuangan auditee.

READ  7 Tahap Perencanaan Audit Setelah Menerima Perikatan Audit

Apa yang dimaksud dengan tahap Pelaporan Audit?

Jawaban:

Tahap ini meripakan tahap terakhir dari peoses audit. Pelaksanaan tahap ini harus mengacu pada standar pelaporan, dimana dalam standar ini terdapat dua langkah penting yang dilaksanakan auditor, yaitu:

  1. menyelesaikan audit dengan meringkas semua hasil pengujian: setelah semua tahap pengujian selesai, auditor perlu menggabungkan semua informasi yang dihasilkan untuk menarik simpulan secara menyeluruh dan memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan.
  2. menerbitkan laporan audit: berisi pernyataan pendapat atau pernyataan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Apa saja tahap tahap penerimaan perikatan audit?

Jawaban:

Auditor dalam memutuskan menrima atau menolak perikatan audit menempuh suatu proses yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :

  1. Mengevaluasi integritas manajemen
  2. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa
  3. Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit
  4. Menilai independensi
  5. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan
  6. Membuat surat perikatan audit

Apa saja Tujuh Tahapan Perencanaan Audit?

Jawaban: 

Setelah auditor memutuskan untuk menerima perikatan, langkah selanjutnya adalah merencanakan proses audit. Ada tujuh tahap yang harus ditempuh oleh auditor dalam melaksanakan pekerjaannya, yaitu:

  1. Memahami bisnis dan industri auditeenya
  2. Melaksanakan prosedur analitik
  3. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
  4. Memertimbangkan risiko bawaan
  5. Memertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal
  6. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
  7. Memahami pengendalian intern auditee

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: