Home > Auditing > 6 Tahap – Tahap Penerimaan Perikatan Audit

6 Tahap – Tahap Penerimaan Perikatan Audit

6-Tahap---Tahap-Penerimaan-Perikatan-Audit

6 Tahap – Tahap Penerimaan Perikatan Audit – Auditor dalam memutuskan menrima atau menolak perikatan audit menempuh suatu proses yang terdiri dari 6 tahap

Apa saja tahap tahap penerimaan perikatan audit?

Jawaban:

Auditor dalam memutuskan menerima atau menolak perikatan audit menempuh suatu proses yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :

  1. Mengevaluasi integritas manajemen
  2. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa
  3. Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit
  4. Menilai independensi
  5. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan
  6. Membuat surat perikatan audit

Bagaimana cara Mengevaluasi integritas manajemen sebelum menerima perikatan audit?

Jawaban:

Untuk dapat menerima perikatan audit, auditor berkepentingan untuk mengevaluasi integritas management auditeenya agar auditor percaya bahwa management perusahaan auditeenya dapat dipercaya, sehingga laporan keuangan yang di audit bebas dari salah saji material.

Beberapa cara yang dapat ditempuh auditor dalam mengevaluasi integritas management :

  1. melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu
  2. meminta keterangan pada pihak ketiga
  3. melakukan review terhapad pengalaman auditor di masa lalu dalam berhubungan dengan klien yang bersangkutan.

Bagaimana cara Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa sebelum menerima perikatan audit?

Jawaban:

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh auditor mengenai kondisi khusus dan resiko luar biasa yang mungkin berdampak pada penerimaan perikatan audit dari calon auditeenya dapat diketahui dengan cara sebagai berikut :

  1. mengidentifikasi pemakaian laporan audit
  2. mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon auditee di masa depan
  3. mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan keuangan calon auditee di audit
READ  Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit

Bagaimana cara Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit?

Jawaban:

Auditor harus memertimbangkan apakah dia dan timnya memiliki kompetensi yang memadahi untuk menyelesaikan sebuah perikatan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Umumnya pertimbangan ini dilakukan dengan mengidentifikasi anggota tim audit dan memertimbangkan perlunya mencari bantuan spesialis dalam pelaksanaan audit.

1)  Mengidentifikasi tim audit

Tim audit terdiri dari:

a) Seorang patner yang akan bertanggungjawab terhadap penyelesaian keseluruhan perikatan audit

b) Satu atau lebih manajer, yang akan mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan program audit

c) Staff asisten, yang melaksanakan berbagai prosedur audit yang diperlukan dalam pelaksanaan program audit.

2) Mempertimbangkan kebutuhan konsultasi dan penggunaan spesialis

Dalam mempertimbangkan perikatan audit dari calon klien, auditor kemungkinan akan menghadapi masalah berikut ini, yang mungkinmemerlukan pekerjaan spesialis:

a)  Penilaian (misalnya karya seni, obat-obatan khuus dan restricted securities)

b) Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia (misalnya cadangan mineral,atau tumpukan bahan baku yang ada di gudang)

c) Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus (misalnya beberapa perhitungan actuarial)

d)  Penafsiran persaratan teknis, peraturan atau persetujuan (misalnya pengaruh potensial suatu kontrak atau dokumen hukum lainnya, atau hak atas property)

Kenapa auditor harus Menilai independensi timnya sebelum menerima perikatan audit?

Jawaban:

Sebelum menerima sebuah perikatan sebaiknya auditor memastikan terlebih dahulu bahwa setiap anggota dari timnya tidak terlibat atau memiliki kondisi yang membuat timnya menjadi tidak independen.

Kenapa Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesionalnya dengan kecermatan dan keseksamaan sebelum menerima perikatan audit itu penting?

Jawaban:

Sebelum menerima sebuah perikatan, auditor harus memertimbangkan apakah ia dapat melaksanakan audit dan menyusun laporan hasil audit secara cermat dan seksama. Kecermatan dan keseksamaan penggunaan kemahiran profesional ditentukan dengan ketersediaan waktu untuk merencanakan dan melaksanakan audit. Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah penentuan waktu perikatan, pertimbangan jadwal pekerjaan lapangan, dan pemanfaatan personnel klien.

READ  Penerimaan Perikatan dan Perencanaan Audit

Bagaimana cara membuat surat perikatan audit?

Jawaban:

Surat ini dibuat oleh auditor untuk calon auditeenya dimana surat ini berfungsi untuk mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas penunjukan yang dilakukan oleh auditee. Baik auditor maupun auditee berkepentingan terhadap surat ini karena dalam surat ini tertera berbagai kesepakatan penting tentang perikatan yang dilaksanakan sehingga dapat mencegah terjadinya salah paham yang mungkin akan timbul.

Isi surat penugasan:

  • Nama perusahaan & LK yg akan diperiksa
  • Tujuan audit
  • Audit berdasarkan standar audit
  • Sifat, lingkup, & tanggung jawab audit
  • Audit memiliki keterbatasan
  • Tanggung jawab manajemen
  • Manajemen memberikan representasi tertulis kepada auditor
  • Dasar perhitungan hr auditor
  • Ketegasan kesepakatan dengan klien

Leave a Reply

%d bloggers like this: