Home > Auditing > 7 Tahap Perencanaan Audit Setelah Menerima Perikatan Audit

7 Tahap Perencanaan Audit Setelah Menerima Perikatan Audit

7-Tahap-Perencanaan-Audit-Setelah-Menerima-Perikatan-Audit

7 Tahap Perencanaan Audit Sebelum Menerima Perikatan Audit –¬†Setelah auditor memutuskan untuk menerima perikatan, langkah selanjutnya adalah merencanakan proses audit. Ada tujuh tahap yang harus ditempuh oleh auditor dalam melaksanakan pekerjaannya

Apa saja tujuh Tahap Perencanaan Audit?

Jawaban:

Ada tujuh tahap yang harus ditempuh oleh auditor dalam melaksanakan pekerjaannya, yaitu:

  1. Memahami bisnis dan industri auditeenya
  2. Melaksanakan prosedur analitik
  3. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
  4. Memertimbangkan risiko bawaan
  5. Memertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal
  6. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan
  7. Memahami pengendalian intern auditee

Apa saja yang harus dilakukan auditor agar dapat Memahami bisnis dan industri auditee?

Jawaban:

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam memahami bisnis dan industri auditeenya yaitu:

  1. Mereview kertas kerja tahun lalu
  2. Mereview data industri & bisnis klien (review ad/art, rapat notulen dewan direksi, dll)
  3. Melakukan peninjauan ke tempat operasi klien
  4. Mengajukan pertanyaan kepada manajemen
  5. Menentukan adanya hubungan istimewa Mempertimbangkan dampak dari pernyataan akuntansi & auditing tertentu yg relevan

Apa yang dimaksud dengan prosedur analitik?

Jawaban:

Prosedur ini meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat atau rasio yang dihitung dari jumlah-jumlah yang tercatat, dibandingkan dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor.

Prosedur analitis digunakan dalam auditing dengan tujuan-tujuan sbb :

  • Pada tahap perencanaan audit, untuk membantu auditor dalam merencanakan sifat, saat, dan luas prosedur audit lainnya.
  • Pada tahap pengujian, sebagai pengujian substantif untuk memperoleh bukti tentang asersi tertentu, yg berhubungan dengan saldo rekening/jenis transaksi.
  • Pada tahap review akhir audit, sebagai review menyeluruh informasi keuangan dalam laporan keuangan setelah diaudit.
READ  6 Tahap - Tahap Penerimaan Perikatan Audit

Prosedur analitis akan dapat membantu auditor dalam perencanaan, dengan cara :

  • Meningkatkan pemahaman auditor atas usaha klien,
  • Mengidentifikasi hubungan-hubungan yg tidak biasa&fluktuasi yg tidak diharapkan dalam data yg bisa menunjukkan bidang-bidang yg kemungkinan mencerminkan risiko salah saji.

Penggunaan prosedur analitis dalam tahap perencanaan audit yg efektif, meliputi tahapan-tahapan sistematis berikut ini :

  • Mengidentifikasi perhitungan-perhitungan/perbandingan yg dibuat,
  • Mengembangkan ekspektasi,
  • Melakukan perhitungan-perhitungan/perbandingan-perbandingan,
  • Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan-perbed aan yg signifikan,
  • Menyelidiki perbedaan signifikan yg tak diharapkan,
  • Menentukan pengaruhnya terhadap perencanaan audit.

Kenapa Auditor harus Mempertimbangkan tingkat materialitas awal?

Jawaban:

Auditor perlu memertimbangkan materialitas awal pada dua tingkat berikut ini:

  1. tingkat laporan keuangan
  2. tingkat saldo akun

Hal ini perlu dilakukan karena pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan diterapkan pada laporan keuangan secara keseluruhan.

Apa saja tahap-tahap proses audit dan resiko yang harus dipertimbangkan oleh auditor?

Jawaban:

Berikut adalah tahap-tahap proses audit dan resiko yang harus dipertimbangkan oleh auditor:

Perencanaan Audit Penaksiran Resiko Bawaan
Pemahaman dan Pengujian Pengendalian Intern Penaksiran Resiko Pengendalian
Pelaksanaan Pengujian Substantif Penetapan Resiko Deteksi
Penerbitan Laporan Audit Penilaian Resiko Audit

 

 

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: